Kuliner Lampung, Tak Hanya Keripik Pisang
Penulis : Nuke Ernawati

Selama ini orang hanya mengenal keripik
pisang sebagai makanan khas Lampung. Ternyata banyak yag lain (Foto :
Segubal, salah satu makanan khas Lampung. Sumber : Twitter.com
@lailadimyati)
Kuliner khas Lampung, sebetulnya beda-beda tipis dengan kuliner Palembang Sumatera Selatan. Mungkin karena lokasinya yang berdekatan. Masakan khas provinsi ini juga menggunakan bahan ikan air tawar dan ada juga tempoyak (durian fermentasi). Karenanya jangan heran apabila menemui empek-empek dan pindang ikan di Provinsi Lampung. Pempek-pempek khas Lampung juga unik karena warnanya agak cokelat kemerahan, berbeda dengan empek-empek Palembang yang berwarna putih dan keabu-abuan (empek-empek kulit).
Ikan air tawar yang menjadi olahan kuliner khas Lampung antara lain adalah belida, baung, layis dan semua jenis ikan air tawar. Ikan-ikan air tawar ini digoreng kering atau dibakar, untuk kemudian dicampur dengan sambal terasi yang khas (sambal Lampung), sambal mangga atau sambal tempoyak. Masakan olahan seperti ini, dinamakan Seruit.
Sedangkan pindang khas Lampung, rasanya cukup unik dan menyerupai masakan tom yam kung dari Thailand. Pindang ini selain menggunakan bahan ikan, juga cumi dan udang. Kuahnya berwarna kuning dengan aroma daun kemangi yang kuat. Kemudian, selama satu dekade, ada kuliner yang mulai dianggap sebagai khas Lampung, yakni mi kodon. Mi kodon ini campurannya cukup banyak, yakni daging sapi, cincangan daging ayam dan udang. Bumbu rempah yang digunakan cukup banyak dan itulah yang menjadi ciri khasnya.
Kemudian makanan khas lainnya yakni segubal yang mulai jarang bisa ditemui di hari-hari biasa. Segubal adalah makanan berbahan dasar beras ketan yang dicampur santan, kemudian dimasak selama sekitar 8 hingga 10 jam yakni dari proses merendam beras ketan, menanaknya, mencetaknya dan kemudian mengemasnya ke dalam gulungan daun pisang. Setelah dibungkus daun pisang pun, makanan ini harus dimasak kembali selama empat jam dengan cara dikukus agar rasanya makin gurih dan legit. Setelah itu, penyajiannya bisa dengan dibakar sebentar. Menikmati segubal, bisa seketika setelah matang untuk mendapatkan rasa seperti lemang. Akan tetapi, biasanya untuk santapan Lebaran, segubal dinikmati dengan lauk pauk seperti rendang, opor ayam, gulai dan sebagainya.
Segubal biasa ada di acara pernikahan, sunatan dan sebagainya. Akan tetapi, karena proses pembuatannya yang cukup memakan waktu, makanan khas ini mulai jarang bisa ditemui, kecuali saat Lebaran, karena hampir orang Lampung asli, selain memasak ketupat, juga membuat segubal. (berbagai sumber)
sumber : satuharapan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar