Keunikan Budaya Bediom Adat Lampung
- Kategori: Feature
- Dilihat: 471

Berita Budaya Lampung Keunikan Budaya Bediom adat Lampung
: Bediom merupakan budaya dan adat istiadat masyarakat Lampung
khususnya masyarakat adat Pesisir yang akan pindah rumah( Pindah Lamban)
baik itu rumah yang baru di bangun atau rumah yang telah lama berdiri
dan akan ditempati oleh penghuni yang baru. "Bediom" di rumah kediaman
yang baru, menurut adat asli Lampung yang sudah dapat mendirikan rumah pribadi yang baru, serta semua
peralatan rumah itu serba baru, di tempat yang baru juga maka keluarga tersebut sudah merencanakan untuk "Bediom" di kediaman keluarga yang serba baru itu, jika sudah siap untuk dihuni keluarga, disebut "Bediom" di "lamban" (Rumah).
Budaya Bediom menjadi kebiasaan adat yang ketat di Lakukan masyarakat Lampung , sebab "Bediom" ini, bermaksud menunjukkan tanda kesukuran kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan. Doa "bediom" disesuaikan dengan situasi dan kondisi keluarga untuk mengundang keluarga banyak atau tidaknya yang diundang, kalau keluarga tersebut termasuk mampu, maka pelaksanaan "Bediom" akan meriah.
Pelaksanaan "bediom" itu dilaksanakan pada hari-hari yang baik seperti bulan muharam, bulan maulud dan bulan haji.
Budaya Bediom menjadi kebiasaan adat yang ketat di Lakukan masyarakat Lampung , sebab "Bediom" ini, bermaksud menunjukkan tanda kesukuran kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan. Doa "bediom" disesuaikan dengan situasi dan kondisi keluarga untuk mengundang keluarga banyak atau tidaknya yang diundang, kalau keluarga tersebut termasuk mampu, maka pelaksanaan "Bediom" akan meriah.
Pelaksanaan "bediom" itu dilaksanakan pada hari-hari yang baik seperti bulan muharam, bulan maulud dan bulan haji.
waktu yang baik untuk melaksanakan
"Bediom" adalah pada waktu sebelum subuh dan waktu isha sudah lewat jadi
di mulai jam 4.30 Wib, sampai dengan jam 5.00 WIB. Keluarga yang
"bediom" itu mulai berangkat dari tempat yang lama ke tempat yang baru
dan keluarga yang "Bediom", kepala keluarga dan anak istrinya di iringi
oleh keluarga yang lain yang hadir pada saat itu sampai ke kediaman yang
baru.
Sedangkan alat yang di bawa secara simbolis seperti : Alat Tidur, alat Masak, Lampu, Al-Qu’ran dan Sajadah yang kesemuanya dibawa oleh keluarga yang ikut mengiringi "bediom" itu. Alat tidur ini menandakan mengawali tidur di tempat yang baru.
Peralatan
masak pertanda bahwa keluarga akan memulai kehidupan ditempat yang
baru, seperti belanga, beras, teko, gula, kopi, serta lampu. Lampu ini
dinyalakan mulai dari tempat yang lama ke tempat yang baru.
Quran dan sajadah di bawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan dan ini pertanda bahwa kepala keluarga tersebut jadi pemimpin dan imam bagi keluarganya.
Bediom" menjadi bagian tak terpisahkan masyarakat adat di Lampung "Dengan keaslian budaya turun temurun ini, akan membawa dampak yang positif bagi pelestarian budaya di tengah zaman yang serba canggih seperti ini. ( Heri/Tim BJ/Humas Lambar)
Sedangkan alat yang di bawa secara simbolis seperti : Alat Tidur, alat Masak, Lampu, Al-Qu’ran dan Sajadah yang kesemuanya dibawa oleh keluarga yang ikut mengiringi "bediom" itu. Alat tidur ini menandakan mengawali tidur di tempat yang baru.
Peralatan
masak pertanda bahwa keluarga akan memulai kehidupan ditempat yang
baru, seperti belanga, beras, teko, gula, kopi, serta lampu. Lampu ini
dinyalakan mulai dari tempat yang lama ke tempat yang baru.Quran dan sajadah di bawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan dan ini pertanda bahwa kepala keluarga tersebut jadi pemimpin dan imam bagi keluarganya.
Bediom" menjadi bagian tak terpisahkan masyarakat adat di Lampung "Dengan keaslian budaya turun temurun ini, akan membawa dampak yang positif bagi pelestarian budaya di tengah zaman yang serba canggih seperti ini. ( Heri/Tim BJ/Humas Lambar)
sumber : lampungbaratkab.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar